Selasa, 15 Januari 2013
Don't lie to me, although a little honey
" Morning sayaaang :*
Bangun pagi ngga pernah sms seeeeeeeh >.<! " message delivered 15/01/13 08:15 am
" Morning too sayaang :*
iya.. soalnya takut ngebangunin bebebh.. :* " 15/01/13 08:46 pesannya masuk di handphoneku.
Pagi yang galau.. membuka mata setelah bermimpi dan melihat jarum pendek jam itu mengarah di angka 7 dan dalam sekejap aku menyadari, something... sholat subuh!! kulewatkan itu :( . Menyebalkan, sungguh. Dan ku lihat handphoneku, berharap setidaknya ada yang membuat hari ke 15 di januari ini menjadi cerah. Dan ternyata ZONK, jangankan ucapan selamat pagi, selamat tidur pun tidak ada. Ku kirim sebuah pesan seperti diawal postingan ini dan kudapati jawaban itu. Sebenarnya aku berharap dirinyalah orang yang pertama kali membangunkanku untuk melaksanakan sholat, lagipula aku tidak menyusahkannya bukan? karena setiap pukul 3 pagi dia sudah bangun dari tidurnya.
Janggal, ya rasanya aneh menurutku. Entah apa itu namanya, bagaimana aku harus jelaskan keanehan yang aku alami pagi pukul 8 tadi. " Soalnya takut ngebangunin bebebh.. " , takut? mengapa tak bilang saja "iya aku lupa," atau mungkin "iya, aku males" rasanya lebih mudah masuk akal bagiku karena memang itu kan yang sebenarnya terjadi?.
Bukan sekali ini saja terjadi, sebelumnya aku pernah mengirim pesan padanya " Bebebh kenapa sih lagi ngga belajar kok ngga sms aku? :( "
dan dia memberikan balasan
" Iya, kan biar bebebh tambah kangen bgt sama aku :* "
'Alasan'
Bukankah " Soalnya takut ngebangunin bebebh.. " dan " Iya, kan biar bebebh tambah kangen bgt sama aku :* " sebuah alasan saja?.
Aku menyayangi dirinya tapi aku tak membutuhkan alasan yang sangat membuatku janggal seperti itu. cuma kaya gitu doang kok marah. Mungkin orang lain berkata seperti itu. Bukan sekadar kata 'cuma' yang menggangguku, bukankah kedua kalimat diatas mengandung kebohongan? secara langsung maupun tidak langsung aku merasakannya. Intinya dia berbohong bukan?. Dan dia adalah orang yang paling kucinta. Aku tak pernah merasa biasa saja bila menghadapi kebohongan.
Teringat betapa mesranya dia dulu, selalu mengawali dan mengakhiri hari dengan membuatku tersenyum.Sejak ku membuka mata dari tidurku hingga ku terlelap untuk bertemu dirinya dalam mimpi dia selalu ada. Meskipun sebuah pesan singkat, tetapi.. sungguh, itu berarti sekali untukku.
'Met malem sayang' , 'Good morning sayang' ,
dan dirinya yang selalu marah bahkan tak segan menelponku bila dalam 10 menit aku tak cepat membalas pesannya , :')
Oh, aku merindukan itu semua.. [ miss him.. ]
Coba saja..
Coba saja ada teman-temanku. Oh bukan, sahabat-sahabatku, sahabat terbaik.. ade dan kucrit. Aku akan menceritakan keluh kesahku pada mereka, bukan pada blog ini. Sayangnya hubunganku sekarang rasanya tidak sedekat dulu..
hhh sudahlah..
entah,
harus bagaimana aku menghadapi diriku sendiri..
honey don't lie to me, meskipun sedikit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar