Rabu, 16 Januari 2013

isi diary, 2 agustus 2011 silam

          Tanpa sengaja buku diary itu terlihat saat aku melihat ke kolong kasur. Hey, itu diary yang sudah lama ku abaikan, dan itu adalah diary SMA  lebih tepatnya diary kelas 12. Butuh 3 hari untuk mengumpulkan uang jajanku agar dapat mendapatkan benda itu, ku beli di toko Penamas bersama Kucrit. Sengaja kubeli karena pikiran ini sudah berimajinasi untuk mengisinya dengan cerita tentang orang yang kusayang selama ini.


          Dengan penasaran aku membukanya untuk mengingat beberapa kenangan. Tepatnya lembar ke lima dan halaman ke sembilan kulihat sebuah cerita yang menarik. 2 Agustus 2011.. aku dan dirinya belum menjalin kasih.


***************


August 2, 2011

         Pewh.. sejak 31 Juli 2011, 09 : 32 : 52 sepertinya dirimu sudah tak ada niat lagi untuk bersms ria denganku, tapi... yasudahlah. 


Pada hari ini kegiatan berangkat sekolah seperti biasa, yaitu telat bangun!. Dan seperti biasa pula aku gugup berangkat sekolah. Untung saja belum terlambat.Sesampainya di sekolah, sengaja kulewati kelas itu. XII IPS 1. Hmm tak kulihat batang hidungmu. Dikelasku, kuungkapkan rasa rinduku pada sahabat-sahabat seperjuangan setelah berlibur beberapa hari. Aku merindukan mereka.

        Disitu kuceritakan tentang disaat aku membuka facebookmu, bagaimana kukerahkan semua keberanian untuk meng-klik 'kiriman terdahulu' di beranda facebookmu. Entah butuh beberapa kali untuk memencet tombol kiri pada mouse. Tahukah kau? setiap aku meng-klik 'kiriman terdahulu' percaya atau tidak , jantungku benar-benar memompa darahku sangat cepat. Aku tahu, nanti akan sakit hati bila melihat aktivitas terdahulu di facebookmu, tapi rasa penasaranku ini lebih besar daripada rasa takut saat melakukan itu.

          Hingga aku melihat status itu, Januari 2011.. aku lupa secara detil apa statusmu tetapi  yang jelas di akhiran terdapat untuk siapa itu di tunjukan. Sebuah inisial.. L**.

Aku, terdiam sesaat.
Aku, butuh waktu untuk sadar kembali setelah melihat itu.
Aku.. aku menahan diri agar tak menangis.

          Yah, sudah lama memang. Kuberanikan diri lagi untuk melihat status sebelumnya. Dan kulihat lagi, berisi kau kecewa dengan dia karena perempuan itu lebih memilih hati yang lain.

Hatiku seakan berteriak..
Hey! Lihat aku! Lihat!!
Ketahuilah! aku lebih merasakan kecewa berjuta kali lipat!! dan kau tahu sudah berapa lama kurasakan?!! 3 tahun! pertengahan 2008 hingga 2011!! selama itu aku tak pernah menjalin sebuah hubungan dengan siapapun! takku pedulikan beberapa lelaki yang menyukaiku!

Kembali ke sahabat-sahabatku.
"Vi, itukan udah lama. Sekarang kan ganti 'V*****' ngga usah ngeliat kebelakang nih". Mereka memang baik, tetapi tetap saja hatiku sakit.. aku terlalu mencintainya kawan.

          Jam istirahat datang, kuniatkan untuk sholat dhuha di mushola sekolah. Sholat dhuha pertama di sekolah. Kutenangkan hati dan pikiranku.Saat kembali menuju kelas kulihat kau sedang berada di teras kelas, sedang bercanda bersama teman-temanmu. Berharap akan disapa, ternyata nihil... Menoleh saja tidak.

          Kecewa? jelas.. mmm tahu rasanya naik tornado? bagaimana sensasinya? bukannya hiperbola namun, ya memang begitulah perasaanku saat itu.

         Dikelas, kulempar semua unek-unek dari mulutku hingga terdengar sahabatku. Aku marah, bagaimana tidak marah? saat ini aku sedang merindukanmu, tapi bagaimana bisa tak kau sapa aku?!

Air mata, air mata yang selalu muncul. Hey! aku selalu menahannya agar tak keluar apalagi saat ini berada didalam kelas. Kau kira aku senang di cap lebay? atau cengeng? tapi memang sukar untuk menahannya.

          Jam sekolah usai, dipercepat karena bulan Ramadhan. Ade menghampiri Anis atau mboke. Mengapa harus berheni didepan kelasmu?. Mengapa pula aku harus melihatmu sedang duduk di atas meja. Mengapa pula kembali harus bersama xxxxx ? Kuharap tak ada xxxxx disana. Tapi, tunggu bukankah dimana ada xxxxx disitu xxxxx berada?.

          Saat Ade dan Mboke menyudahi percakapan yang sekitar 5 menit tetapi bagiku 50 menit itu, mengapa baru kau sapa aku? Sesibuk itukah kau dengannya?. Kau memanggilku, kupanggil kau kembali dan kau menyuruhku untuk berada didekatmu. Tidakkah kau tahu? tak ingin aku melihat xxxxx disana. Tak sanggup. Ya aku tak sanggup berada disana. Ditengah dirimu dan dirinya.
"aku mau ke perpus, kembaliin buku nih." Yah, mengembalikan buku. Toh, aku tidak berbohong.

Dirumah..
1 new message
From XI Andry xl
open
"Met buka puasa say0ng.. :)" 
02/08/2011 05:51:34 PM

     Aaahh!! pulsaku belum mendarat di Samsung b3410 itu. Setelah pulsa datang segera saja kubuka Phonebook - Search XI Andry xl - send message - "met buka puasa juga daaaass. . ToT " 02/08/2011 07:58:00 PM

Aduh, tak kau balas pesan dariku. Sampai aku hendak berangkat sholat tarawih tak ada pesan darimu. Pulangnya? Nihil. Kukirim sebuah pesan berharap sesuatu.
Menu - messages - create new message - " Udah tidur Tiu? :C " 02/08/2011 08:17:00 PM.

Tak kau balas juga. Hingga akhirnya aku tertidur..
Because of you, my life has changed. Thank you for the love and .. Lagu dari Keith Martin berbunyi dari handphoneku membangunkan aku.

"unknown no number calling" ku sentuh 'answer'

"Hallo!" sapaku dengan judesnya, sejak lama aku memang tak suka bila ada telepon yang dirahasiakan.

"Maaf aku baru pulang sholat yOnk.. :(" 

*Hah? benarkah ini kamu ? kau menelfonku ? oh Tuhan, aku tak percaya ini. Mataku menjadi segar kembali dan dalam sekejap mengusir rasa kantuk*

" Ini kamu ndry?"

" iya ehehe.. tadi belum pulang tarawih.."

" Kok pake dirahasiain sih?"

" Iya, ntar ngga diangkat sama kamu." 

*Ya Tuhan, memang benar beberapa kali dia menelponku dan aku tak pernah berani untuk mengangkatnya. Tapi, sejauh itu kah usahanya agar aku mengangkat teleponnya? atau dia kebetulan saja memakai panggilan dirahasiakan. Misalnya dia telah mengecek nomor perempuan lain mungkin?. Oh.. tak peduli bagaimana itu terjadi, faktanya aku senang bukan kepalang saat mendengar itu. Aku teramat sangat senang :D *

"Masa? hehe"  kulanjut percakapan kita.

"Iya, buktinya ini diangkat kan? hehe.. eh kamu tadi nangis?".

"hhh? nangis? engga.. kata siapa sih?"  aku mengelak.

"Iya, kata kucrit." 

 Dalam imajinasiku sepertinya kilat menyambarku saat itu.

" Kapan kucrit bilaaaaaang?"

" Tadi, disekolah.." ujarnya

" !@#$% "

aku tak tau harus berucap apa..

***************

Setelah membaca diary itu, tak hentinya bibirku menyunggingkan senyum sambil mengingat sesorang yang kusayang. Aku ingat bahkan teramat jelas bagaimana sensasinya saat membayangkan cerita di diary itu terjadi. Sikapmu teramat manis, saat itu aku selalu berkata

"Tuhan, perlakuan dia kepadaku beberapa hari ini merupakan hal terindah yang kau beri."

"Takkan kulupakan ini. Sungguh."

"Bagaimana kau mengatur hal indah ini untukku?"

"Benarkah semua ini untukku? atau hanya sesaat saja? karena mungkin sebentar lagi hal buruk akan terjadi kepadaku. Oh tidak, 3 tahun hatiku lelah untuk merasakan sakit itu."

Sikapnya begitu manis terhadapku dan itu membuatku tak pernah lapar. Hahaha sungguh. Aku bersumpah kalau aku dibuat bak Ratu kala itu. Seakan akulah perempuan paling beruntung. Dirinya membuatku merasa paling dekat dengannya. Tak kubalas cepat saja pesannya dulu dia selalu marah. Demi Allah aku bahagia dibuatnya.

"Bisane ora mbales sih?!"

kalimat itu yang biasanya keluar dengan nada kesal pada diriku. Dan aku hanya tersenyum luar biasa bahagia. LUAR BIASA BAHAGIA

Aku tersadar, anganku akan momen yang lalu terlalu berlebihan. Ini bukan 2011 lagi.. tetapi 2013..
Saat menulis blog ini, kulihat kotak masuk di handphoneku . Hari ini sejak pagitadi hanya terdapat 6 pesan darimu. Tak apalah , aku masih bersyukur.


" Tuhan, aku mencintai dirinya dan aku sudah berjanji menerima apapun dan bagaimanapun keadaan dirinya

Aku siap dengan semua konsekuensi yang harus kutanggung

Asalkan tak Kau jauhkan hatinya dariku

Asalkan dia tetap milikku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar